Ruwetnya Administrasi

Tadi pagi saya bersama teman-teman wisudawan ingin mengambil toga dan menandatangani ijazah saya di Rektorat ITB. Sesuai dengan jadwal yang dikeluarkan oleh rektorat, saya dan teman-teman yang lainnya berinisiatif melakukan semua itu saat pertama kali dibuka yakni pada pukul 08.00. Ketika saya sampai rektorat, saya mendapati antrian yang lumayan panjang, tanpa berpikir panjang lagi saya langsung ikut mengantri karena saya melihat teman-teman saya ada dalam antrian itu. Setelah beberapa saat, teman saya yang berada pada antrian paling depan berkata “kita nanti jam 1, ijazah kita belum ditandatangi sama rektor”. Namun setelah jam 1 saya kembali lagi kesana dan setelah mengantri selama beberapa saat, saya kembali mendapatkan jawaban yang sama seperti sebelumnya yakni “maaf ternyata rektornya belum selesai juga menandatanginya jadi mungkin baru bisa diambil besok”

Jujur saja saya sangat kecewa dengan keputusan ini. Saya berpikir alasan itu cuma akal-akalan dari pihak tata usaha saja atau memang bisa jadi benar adanya. Itu merupakan alasan yang menurut mereka bisa diterima oleh yang lain. Alasan itu untuk menutupi ketidaksiapan mereka dalam menangani sesuatu. Sebaiknya jika mempunyai jadwal yang sudah fix dan mereka tidak dapat memenuhi apa yang telah dijanjikannya, mereka harus mempersiapkan plan B-nya. Seharusnya mereka sudah mempersiapkan resiko terburuk yang mungkin terjadi dalam pengambilan tersebut.

Well, mungkin pelajaran utama yang dapat diambil dari kejadian ini adalah kita harus mempersiapkan resiko terburuk dari apapun yang kita lakukan.

1 Comment »

  1. baguspewe Said:

    Hal-hal seperti ini memang sering terjadi… :(


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Leave a Comment